Tiga angka tersebut
- Nitrogen total (TN) diukur dengan metode Kjeldahl; jika dikalikan 6,25, nilainya mendekati kadar protein kasar. Pepton umumnya berada pada 10 hingga 14%, ekstrak ragi (yeast extract) sekitar 10 hingga 12%.
- Nitrogen amino (AN) adalah nitrogen dalam gugus amino bebas, yang mewakili fraksi yang sudah terhidrolisis menjadi asam amino dan peptida pendek.
- AN/TN, rasio keduanya, menunjukkan derajat hidrolisis. Pepton enzimatik sering berada pada 20 hingga 40%; asam kasamino (casamino acids) hasil hidrolisis asam dapat melebihi 60%.
Cara menggunakannya
- Untuk pertumbuhan cepat (kultur benih, fermentasi densitas tinggi) pilih AN/TN yang lebih tinggi: lebih banyak molekul kecil yang langsung dimanfaatkan sel.
- Untuk metabolit sekunder (antibiotik, enzim) pilih AN/TN yang lebih rendah: nitrogen dilepaskan lebih perlahan dan pertumbuhan berlebih di tahap awal dapat dihindari.
- Saat berganti pemasok, bandingkan TN dan AN/TN terlebih dahulu, kemudian kadar abu dan natrium klorida. Angka yang berdekatan berarti risiko penggantian rendah.
Parameter umum lainnya
- Abu: kandungan garam anorganik, memengaruhi osmolaritas dan kapasitas penyangga (buffer).
- Natrium klorida: berasal dari tahap netralisasi; nilai yang tinggi memengaruhi mikroorganisme yang peka terhadap garam.
- pH (larutan 2%) dan kelarutan: apakah larutan jernih setelah disiapkan.
- Kadar air: sifat higroskopis, memengaruhi ketepatan penimbangan dan penyimpanan.
- Batas mikroba: angka lempeng total aerob, E. coli, Salmonella, dan lainnya, untuk memastikan bahan baku itu sendiri tidak terkontaminasi.
Nilai sedikit bervariasi dari batch ke batch; lembar spesifikasi mencantumkan rentangnya, dan variasi di dalam rentang tersebut biasanya tidak memengaruhi proses.
