Formulasi sama, sumber bahan dan proses berbeda
Versi halal menggunakan formulasi standar yang sama dan memberikan kinerja yang sama. Perbedaannya adalah:
- Bahan baku asal hewan. Tanpa komponen babi; pepton dan ekstrak dari sapi atau domba harus berasal dari hewan yang disembelih sesuai syariat Islam, dengan sertifikat halal pemasok yang terdokumentasi.
- Enzim dan bahan penolong proses. Enzim hidrolisis dan bahan penolong dalam proses juga harus memenuhi syarat; pendekatan yang lazim adalah menggunakan enzim asal mikroba.
- Pengendalian kontaminasi silang. Lini produksi, pembersihan, dan penyimpanan harus dapat membuktikan pemisahan dari bahan non-halal.
- Audit dan sertifikat. Lembaga sertifikasi melakukan audit secara berkala; sertifikat mencantumkan produk yang tercakup beserta masa berlakunya.
Cara mengenalinya
Versi halal kami memiliki akhiran H pada kode produk dan tanda halal pada halaman produk. Sertifikat beserta daftar produk yang tercakup tersedia di halaman Sertifikasi.
Siapa yang membutuhkannya
Produsen pangan, suplemen, dan produk fermentasi yang mengekspor ke Malaysia, Indonesia, Timur Tengah, dan pasar serupa, serta produsen kontrak (maklon) yang harus mendokumentasikan bahan baku halal kepada pelanggannya. Laboratorium farmasi dan laboratorium pengujian yang tidak memiliki persyaratan ini dapat menggunakan versi standar.
Pertanyaan umum
- Apakah versi halal lebih mahal? Pembatasan sumber bahan, dokumentasi, dan audit menambah biaya, sehingga harganya biasanya sedikit lebih tinggi.
- Apa yang terjadi saat sertifikat diperbarui? Sertifikat sebelumnya tetap berlaku selama masa pembaruan; kami memuat sertifikat terbaru beserta masa berlakunya di halaman Sertifikasi.
